Secret Admirer

Jam 8 malam, hari itu aku pulang keundangan pernikahan ‘mantan’ hahaha. Iya mantan, tapi kali ini aku bukan mau bahas mantan. Karena totally aku udah move on sejak 1 tahun yang lalu hehehe. Kali ini aku akan bahas dia, sebut saja namanya “Bang De” ( supaya nggak ada yang tau wkwk). Oke, dari ulang ya. … More Secret Admirer

Kiya – Okan

Pengujung hari yang sibuk nan padat, wajah-wajah lelah pegawai hilir mudik di jalan sempit, memotong jalan mengindari macet, hafal betul kelok jalan tikus itu. Lembayung  membungkus langit kota, menyambut bulan yang siap manyapa, susunan tali timah tersambung diantara tiang, layang-layang pasrah bergerak menurut angin, satu dua hanya tersisa kerangkanya. Disinilah, di lantai tiga tanpa atap … More Kiya – Okan

Apa Kabar ?

Assalamu’alaikum, Hallo sahabat, udah lama nih aku nggak coret-coret blog. Sebenernya sih, antara malas, sibuk, sama nggak ada inspirasi hehe. Baru nulis sedikit, terus mentok. Alhasil cuma mogok aja di draft-_-. Eh iya, apa  kabar bat? semoga baik dan dalam suasana hati yang bahagia yaaa. iya, soalnya aku juga lagi bahagia hehe. Jadi gini bat, … More Apa Kabar ?

Sungguh ini adalah Bukan Janji

Siapa yang tak ingin mendapatkan pasangan yang baik, mencintai kita dengan tulus, menghabiskan seluruh hidupnya bersama kita, setia memegang kuat janji yang terucap dihari yang suci itu, semua pasti mengharapkannya. Namun siapa pula yang ingin jatuh terjerembap kedalam duka yang amat sangat disebut duka(lagi)? tidak ada! Maaa.. itulah sebabnya mengapa aku kian rapat menutup hati … More Sungguh ini adalah Bukan Janji

Jangan Salahkan Aku

“Kamu mau ikut Ibu atau Ayah?” Kalimat terakhir ibu yang terucap pada sore itu selepas Bulan pulang dari bermain. Bulan, Bocah yang sebentar lagi beranjak remaja yang masih doyan main, sama seperti bocah lainnya. Dalam pikirnya hanya ada bermain dan sedikit belajar, cukup menunggu semua kebutuhannya dilayani oleh ibu, hanya tau ayah bekerja lalu memberikan … More Jangan Salahkan Aku

Untuk Kalian yang Mencintai ‘Diri Itu’

Dalam diri itu tertanam rasa empati. Ya, empati.. Bukan lagi simpati yang hanya berucap “turut beduka ya” jika ada satu musibah menimpa, tetapi diri yang datang memeluk bahkan menghapus air mata kala musibah itu menimpa. Diri yang tak hanya mengirim sebuah pesan/komentar “semangat yaaa, doa yang terbaik untukmu” kala tau kita akan menghadapi suatu ujian … More Untuk Kalian yang Mencintai ‘Diri Itu’

Lepaskanlah Jika Memang Kamu Merindukan Ketenangan

Kian hari kian bertambah sesal ini, sungguh aku menyesalkan mengapa amat ringan lisan ini mengucap kata yang mungkin amat menyakitkan baginya. Kian hari kian membengkak rindu ini, rindu akan semua caranya membuatku tersenyum ditengah menggunungnya cobaan hidup. Kian hari kian tersadar diri ini, diri yang hanya dikendalikan oleh ego saja dengan tanpa memahami apa yang … More Lepaskanlah Jika Memang Kamu Merindukan Ketenangan

Sentuhan Kasihmu Tak Sehangat Doamu, Ayah

Pagi yang indah, matahari bersinar ramah menghangatkan setiap jiwa yang bersyukur, angin menggoyangkan pohon-pohon yang juga bersyukur.  Pagi itu  Nadira larut dalam kenikmatan ibadah. Air matanya berderai bercucuran merasakan syukur yang luar biasa, haru tak tertahankan. Betapa beruntungnya Nadira, tuhan memberikan semua yang ia butuhkan, tuhan tunjukan jalan yang amat indah untuknya. tuhan berikan ia … More Sentuhan Kasihmu Tak Sehangat Doamu, Ayah